Tugas Ujian Musik Etnik Indonesia

Akulturasi dan Asimilasi

        I.            Akulturasi

Proses sosial yang timbul bila suatu kelompok manusia dengan suatu kebudayaan tertentu dihadapkan dengan unsur-unsur dari kebudayaan asing itu lambat laun diterima dan diolah kedalam kebudayaan itu sendiri tanpa menyebabkan hilangnya kepribadian kebudayaan itu sendiri.

Proses akulturasi itu memang ada sejak dulu kala dalam sejarah kebudayaan manusia, tetapi proses akulturasi yang mempunyai sifat khusus, baru timbul ketika kebudayaan-kebudayaan bangsa-bangsa di Eropa Barat mulai menyebar kesemua daerah lain dimuka bumi, dan mulai mempengaruhi masyarakat-masyarakat suku-suku bangsa di Afrika, Asia, Oseania, Amerika Utara, dan Amerika Latin. Dan sejarah dunia kita mengetahui bahwa bangsa-bangsa Eropa Barat itu mulai menyebar ke luar Eropa pada permulaan abad ke-15. Akibat dari proses yang besar ini adalah hampir tidak ada suku bangsa di muka bumi lagi yang terhindar dari pengaruh unsur-unsur kebudayaan Eropa itu (pada masa sekarang pertengahan abad ke-20 ini).

 

                Kalau masalah-masalah mengenai akulturasi kita ringkas, akan tampak lima golongan masalah, yaitu:

1)      Mengenai metode-metode untuk mengobservasi, mencatat, dan melukiskan suatu proses akulturasi dalam suatu masyarakat.

2)      Mengenai unsur-unsur kebudayaan asing yang mudah diterima, dan sukar diterima oleh masyarakat.

3)      Mengenai unsur-unsur kebudayaan apa yang mudah diganti atau diubah, dan unsur-unsur yang tidak mudah diganti atau diubah oleh unsur-unsur kebudayaan asing.

4)      Mengenai individu-individu yang suka dan cepat menerima, dan individu-individu yang sukar dan lambat menerima unsur-unsur kebudayaan asing

5)      Mengenai ketegangan-ketegangan dan krisis-krisis sosial yang timbul sebagai akibat akulturasi.

Dalam meneliti jalannya suatu proses akulturasi, seorang peneliti sebaiknya memperhatikan beberapa masalah khusus, yaitu:

1)      Keadaan masyarakat penerima sebelum proses akulturasi mulai berjalan

2)      Individu-individu dan kebudayaan asing yang membawa unsur-unsur kebudayaan asing

3)      Saluran-saluran yang dilalui oleh unsur-unsur kebudayaan asing untuk masuk ke dalam kebudayaan penerima

4)      Bagian-bagian dari masyarakat penerima yang terkena pengaruh unsur-unsur kebudayaan asing tadi

5)      Reaksi para individu yang terkena unsur-unsur kebudayaan asing.

 

Dengan demikian, dalam setiap penelitian terhadap suatu proses akulturasi, sebaiknya diperhatikan kelima hal tersebut.

 

 

Memperhatikan individu-individu dari kebudayaan asing yang menyebabkan pengaruh unsur-unsur kebudayaan asing sangat penting, karena dengan pengetahuan tentang mereka ini dapat diketahui unsur-unsur kebudayaan macam apa yang masuk itu. Memang dalam tiap masyarakat, warga masyarakat hanya memahami sebagian dari kebudayaannya. Lebih-lebih kalau masyarakat itu luas dan kompleks, maka warga biasanya hanya mengetahui suatu bagian yang sangat kecil saja dari kebudayaannya. Kalau mereka pedagang, maka unsur-unsur kebudayaan yang mereka bawa adalah tertama benda-benda kebudayaan jasmani, cara-cara berdagang, dan segala hal yang bersangkutan dengan itu; kalau mereka pendeta Nasrani, maka unsur-unsur kebudayaan yang mereka bawa tentu juga berupa benda-benda kebudayaan jasmani, tetapi disamping itu juga banyak hal lain, seperti unsur-unsur dari agama Nasrani.

 

Reaksi orang-orang yang terkena pengaruh unsur-unsur kebudayaan asing, selalu ada individu yang berwatak “kolot”, yang tidak suka dan lekas menolak hal-hal baru, sedangkan banyak pula individu lain  yang “progresif”, suka dan lekas menerima hal-hal baru. Orang yang kolot dapat diperkirakan akan menolak unsur-unsur kebudayaan asing. Namun yang menarik adalah bahwa penolakan itu dapat mempunyai wjud dan konsekuensi-konsekuensi sosial yang bermacam-macam.

 

 

Contoh kebudayaan asing yang masuk dan dihidupi oleh orang-orang indonesia

  1. Mengkonsumsi makanan siap saji (fast food)
  2. Gaya hidup yang glamorisasi (bermewah-mewahan)
  3. Adanya masyarakat yang menganut paham :

·         Kapitalisme

·         Hedonisme

·         Sekularisme

  1. Meniru cara berpakaian gaya barat
  2. Mencat warna rambut yang kepirang-pirangan seperti orang barat
  3. Mencampur bahasa Indonesia dengan Inggris sebagai gaya Bahasa

 

 

 

 

 

 

 

    II.            Asimilasi

 

Asimilasi adalah proses sosial yang timbul bila ada golongan-golongan manusia dengan latar belakang kebudayaan yang berbeda-beda, saling bergaul langsung secara intensif untuk waktu yang lama, sehingga kebudayaan-kebudayaan golongan-golongan tadi masing-masing berubah sifatnya yang khas, dan juga unsur-unsurnya masing-masing berubah wujudnya menjadi unsur-unsur kebudayaan campuran. Biasanya golongan-golongan yang tersangkut dalam suatu proses asimilasi adalah suatu golongan mayoritas dan beberapa golongan minoritas. Sedemikian rupa sehingga lambat laun kehilangan kepribadian kebudayaannya dan masuk ke dalam kebudayaan mayoritas.

 

Hal yang penting untuk diketahui adalah faktor-faktor yang menghambat proses asimilasi. Dari berbagai proses asimilasi yang pernah diteliti oleh para ahli terbukti hanya dengan pergaulan antara kelompok-kelompok secara luas dan intensif saja, belum tentu terjadi proses asimilasi, kalau di antara kelompok-kelompok yang berhadapan itu tidak ada sikap toleransi dan simpati satu terhadap yang lain. Orang Cina misalnya ada di Indonesia sejak berabad-abad lamanya; namun mereka belum juga semua terintegrasi ke dalam masyarakat dan kebudayaan Indonesia, Karena selama itu belum cukup ada sikap saling bertoleransi dan bersimpati.

 

Contoh asimilasi seperti:

1.      Pernikahan antar etnis

Antara dua etnis berbeda yang melahirkan keturunan campuran atau blasteran, seperti Indo-Belanda, Indo-Perancis, Indo-Cina. Jadi, kita bisa menyebutkan bahwa anak blesteran adalah produk asimilasi, sedangkan kawin campur adalah proses asimilasi.

2.      Kosa Kata Serapan

Asimilasi dalam bidang bahasa dapat dilihat pada banyaknya contoh kata serapan yang diambil dari bahasa asing. Yang paling banyak diserap dari bahasa Inggris, misalnya seperti bisnis (business), diskon (discount), ekonomi (economy), foto (photo), komputer (computer), nasional (national), roket (rocket), dan sebagainya.

3.    Merayakan valentine

Ikut merayakan valentine di Indonesia bisa dianggap sebagai proses asimilasi pada level individu. Ketika seseorang dari tanah Papua merantau ke Amerika, kemudian ikut merayakan Valentine di sana, ia sedang melakukan proses asimilasi dengan kultur dominan masayarakat di sana. Ini merupakan contoh asimilasi level individu.

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kelas Musik Etnik